Saturday, July 23, 2011

MU Lumat Seattle Sounders 7-0

Seattle - Manchester United kembali memetik kemenangan dalam laga pra-musim di Amerika Serikat. Menghadapi Seattle Sounders, The Red Devils mencetak tujuh gol tanpa balas.

Bermain di Century Link Field, Seattle, Kamis (21/7/2011) pagi WIB, MU membuka keunggulan di menit 15. Menerima umpan silang dari Patrice Evra dari kiri, Michael Owen menanduk masuk bola. 0-1 buat MU.

Setelah skor itu bertahan sampai jeda, MU menambah gol saat babak kedua berjalan empat menit. Mendapat umpan dari Luis Nani, Mame Biram Diouf menceploskan dengan sontekannya.

Pada menit 51, MU menambah keunggulan jadi 3-0. Berawal dari sayap kanan, Nani mengirim umpan kepada Wayne Rooney yang diteruskan dengan tendangan terarah dan gol.

Rooney mencetak gol kedua atas namanya di menit 69. Menerima umpan mendatar dari Park Ji-sung di sayap kiri, sepakan kaki kiri Rooney kembali menembus jala Sounders.

Hanya berselang dua menit, MU menambah keunggulan jadi 5-0. Gabriel Obertan berlari dari kanan dan melepas umpan kepada Rooney yang membiarkan bola lewat kepada Park. Dengan sekali tendang, Park mencetak gol.

Rooney melengkapi penampilannya hari ini dengan sebuah hat-trick ketika di menit 72 ia mencetak gol dengan tendangan kaki kanan menyambut umpan Obertan dari kanan.

Obertan melengkapi kemenangan MU jadi 7-0 lewat sebuah golnya di menit 88 dengan sebuah tendangan kaki kanan memanfaatkan umpan panjang yang membelah pertahanan Sounders.

Kemenangan atas Sounders adalah kemenangan kedua MU di tur Amerikanya. Sebelumnya, pasukan Sir Alex Ferguson melibas New England Revolution 4-1.

Wednesday, July 20, 2011

Paraguay ke Final Tanpa Kemenangan

Jakarta - Paraguay lolos ke final Copa America usai mendepak Venezuela melalui adu penalti. Los Guaranies bisa mengukir sesuatu yang fenomenal karena mereka melaju ke partai puncak tanpa sekalipun memenangi laga di waktu normal.

Bermain hanya dengan 10 orang sejak babak pertama periode perpanjangan waktu, Paraguay berhasil meredam gempuran Venezuela dan memaksakan dilakukan adu penalti. Di adu tos-tosan tersebutlah skuad besutan Gerardo Martino berhasil menyingkirkan lawannya dengan skor 5-3 dan berhak masuk final.

Ini merupakan kali pertama Paraguay masuk final sejak yang terakhir tahun 1979 silam. Namun apa yang mereka ditorehkan tahun ini terasa fenomenal lantaran sejak di fase grup Paraguay tak pernah memetik kemenangan dalam waktu normal 2 x 45 menit, meski mereka juga tidak terkalahkan.

Paraguay mengawali penampilan di Copa America dengan hasil 0-0 kontra Venezuela, mereka kemudian mengejutkan Brasil dan memaksa Samba bermain imbang 2-2. Hasil 3-3 di laga pamungkas Grup C menghadapi Venezuela memastikan Justo Villar dkk lolos ke babak perempatfinal dengan status tim di posisi tiga terbaik.

Tren imbang Paraguay tersebut ternyata berlanjut hingga babak perempatfinal, di mana mereka kembali berhadapan dengan Brasil. Skor 0-0 bertahan setelah periode normal 2 x 45 menit dan perpanjangan waktu. Dan kegagalan empat eksekutor pertama Brasil akhirnya mengantar Paraguay menang 2-0.

Dan beberapa jam lalu Paraguay lagi-lagi tak mampu menuntaskan laga dalam waktu 90 menit saat menghadapi Venezuela di semifinal. Tanpa gol setelah bermain selama 120 menit memaksa pertandingan berlanjut ke adu penalti. Kesigapan Villar memblok sepakan Franklin Lucena akhirnya memberi Paraguay kemenangan 5-3.

Beruntung? Publik bisa saja menganggap begitu. Tapi apapun faktanya Paraguay telah berhasil mematahkan banyak prediksi karena mereka kini sudah menjejak final dan berpeluang menorehkan sejarah jika bisa mengandaskan Uruguay kembali melalui adu penalti.

Fenomena yang mirip-mirip dialami Paraguay pernah dialami Republik Irlandia di Piala Dunia 1990. Ketikan itu Republik Irlandia tiga kali bermain imbang dengan Inggris, Belanda dan Mesir di fase grup untuk lolos ke babak kedua.

Dalam laga babak 16 besar kontra Romania, Republik Irlandia kembali bermain imbang tanpa gol. Tiket ke perempatfinal didapat usai mereka menang 5-4 lewat adu penalti. Namun langkah mereka saat itu terhenti di perempatfinal setelah tunduk di tangan Italia dengan 0-1.

Thursday, July 7, 2011

De Gea Terinspirasi Van der Sar

Madrid - David de Gea tersanjung dengan kabar Manchester United akan menjadikannya sebagai pengganti Edwin van der Sar. Kiper Atletico Madrid ini mengakui dirinya memang terinspirasi dengan pencapaian Van der Sar.

De Gea memang disebut-sebut sebagai calon terkuat kiper MU yang baru selepas Van der Sar pensiun. 'Setan Merah' dikabarkan masih dalam proses negosiasi dengan kubu Atletico terkait transfer De Gea. Laporan di Spanyol menyebutkan bahwa MU sudah menyepakati nilai transfer kiper 20 tahun itu, yakni sebesar 21 juta euro.

"Hal-hal itu tak membuat saya tertarik, baik itu angka-angka, klausul-klausul, maupun harga," ujar De Gea kepada La Gazzetta dello Sport.

"Nilai yang benar-benar penting adalah yang ada di lapangan, bukan nilai Anda yang mereka katakan," tambahnya.

"Uang adalah soal sekunder, jadi sangat mahal bukan sesuatu yang saya sukai. Saya lebih tertarik kepada apa yang orang pikirkan tentang penampilan saya di lapangan," lanjut De Gea.

De Gea sendiri mengaku tersanjung dirinya sudah dicalonkan sebagai penerus Van der Sar. Dia berharap bisa seperti Van der Sar, yang tetap bermain hingga usia 40 tahun.

"Fakta mereka mempertimbangkan saya sebagai pengganti untuk seorang kiper hebat adalah sesuatu yang saya sukai. Tapi, penting untuk tetap terus berjuang dan bekerja keras karena kami baru ada di permulaan dan untuk mencapai level itu ada banyak hal yang harus dilakukan," kata De Gea.

"Mari berharap (saya bisa bermain seperti Van der Sar pada usianya). Pada saat ini, sepertinya memang sulit, tapi saya ingin seperti itu," tambahnya.

"Saya butuh kekuatan, keberuntungan, dan menjaga tubuh saya karena sepakbola akan 'memakan' Anda. Tapi, mari berharap," pungkas dia.

Monday, July 4, 2011

Mourinho Diyakini Akan Lebih Sukses Musim Depan

Madrid - Jose Mourinho cuma bisa memberi trofi Copa del Rey pada musim perdananya di Real Madrid. Dengan rekam jejaknya sebagai pelatih, dia diyakini akan lebih sukses musim depan.

Real Madrid mengapungkan keyakinan ini lewat situs resminya. Mereka memberi argumen berupa prestasi Mourinho yang sangat baik saat memasuki musim kedua di sebuah klub.

Pria asal Portugal itu tercatat meraih delapan trofi pada musim kedua di tiga klub berbeda. Dari delapan trofi itu, tiga di antaranya dia raih di Porto, dua di Chelsea, dan tiga lainnya di Inter Milan.

Di Porto, Mourinho menduduki kursi pelatih pada pertengahan musim 2001/2002 untuk menggantikan Octavio Machado. Dia memang cuma sanggup mengantarkan Dragons finis di peringkat ketiga pada musim itu. Namun, dia berjanji untuk membawa timnya juara pada musim selanjutnya.

Janji itu benar-benar dipenuhinya. Pada musim 2002/2003, Porto diantarkannya jadi juara, bukan cuma di Liga Portugal, tapi juga di Taca de Portugal (Piala Portugal) dan Piala UEFA.

Mourinho juga berprestasi cukup baik pada musim keduanya di Chelsea, musim 2005/2006. Selain berhasil mempertahankan gelar Premier League yang dia raih pada musim sebelumnya, dia juga berhasil menggondol trofi Community Shield.

Bersama Inter, Mourinho mempersembahkan treble winners pada musim 2009/2010. Pada musim keduanya di San Siro ini, dia mengantarkan Nerazzurri juara di Seri A, Coppa Italia, dan Liga Champions. Prestasi itu membuatnya dinobatkan sebagai pelatih terbaik FIFA 2010.

"Saya tidak memenangkan Piala UEFA di musim kedua saya di Porto, dan saya tidak mendapatkan gelar Liga Champions di tahun kedua saya di Inter Milan, hanya dengan kebetulan. Adalah normal sebuah tim lebih solidpada musim kedua," kata Mourinho baru-baru ini.

Jadi, bisa lebih baik musim depan, Mou?

Friday, July 1, 2011

Barca Optimistis Gaet Sanchez

Barcelona - Barcelona memulai proses negosiasi dengan Udinese terkait transfer Alexis Sanchez. Azulgrana optimistis kesepakatan akan tercapai dan winger asal Chile itu akan mendarat di Camp Nou.

Barca jadi salah satu klub papan atas Eropa yang menginginkan servis Sanchez. Namun, mereka harus bersaing dengan Juventus, Inter Milan, Real Madrid, Manchester United, dan Manchester City.

Wakil Presiden Barca, Josep Maria Bartomeu, yakin klubnya-lah yang akan menjadi pemenang perburuan Sanchez.

"Kami optimistis, tapi ini baru dimulai. Kami sedang bernegosiasi untuk Sanchez," terang Bartomeu kepada harian La Tercera, seperti dikutip SkySports.

"Kami tahu dia adalah pemain yang berharga. Itulah mengapa ada begitu banyak tim yang menginginkannya," imbuhnya.

"Kami harus terus berbicara (dengan Udinese) dan kami akan melihat apa yang akan terjadi dalam beberapa hari ke depan," tutur Bartomeu.

"Pertama-tama, kami harus datang dan mencapai kesepakatan dengan Udinese," simpulnya.

Tuesday, June 28, 2011

Spurs Tolak Tawaran Chelsea Rp 305 M buat Modric

Jakarta - Chelsea memulai langkah dalam upaya mendapatkan Luka Modric. Kubu The Blues dikabarkan telah menawarkan 22 juta poundsterling untuk pemain Tottenham Hotspur itu namun ditolak.

Performa cemerlang Modric menarik minat sejumlah klub besar Premier League. Selain Manchester United, Chelsea jadi klub yang berminat menggaet pemain internasional Kroasia itu.

Belum lama ini, diketahui Chelsea menempatkan Modric dalam daftar teratas pemain incarannya. Bahkan "Si Biru" siap menawarkan gaji besar yakni 130 ribu poundsterling per pekannya, nyaris tiga kali lipat lebih banyak dari yang diterima pemain 25 tahun itu di Tottenham.

Seperti diwartakan Sporting Life, Chelsea jadi klub pertama yang melakukan pendekatan resmi terhadap Modric dengan mengajukan penawaran sebesar Rp 305 miliar, Rabu (15/6/2011) malam waktu setempat. Sayangnya, penawaran itu ditolak.

Meski demikian, klub London Barat itu akan kembali mengajukan penawaran yang diyakini akan lebih tinggi dari jumlah awal.

Pelatih Harry Redknapp sudah beberapa kali menegaskan harapannya supaya Modric tak dijual demi masa depan klub. "Jika kami menjual Luka, maka kami seperti halnya menjual klub ini."

Di sisi lain, Modric sendiri tidak menutup peluang untuk pindah klub walaupun sebelumnya sempat menyatakan komitmennya kepada Spurs.

Saturday, June 25, 2011

Kalou Kritik Tabiat Pemain Chelsea

London - Gagalnya Chelsea dalam meraih gelar i di musim lalu turut dipengaruhi oleh faktor internal tim. Salomon Kalou mengklaim banyak dari rekan-rekannya yang ngambek tak dimainkan.

Kendati mengawali 2010-11 dengan meyakinkan, Chelsea pada akhirnya menutup musim dengan tangan hampa. Klub yang dipimpin Roman Abramovich itu finis runner-up di bawah Manchester United yang jadi jawara.

"Para pemain kami asyik mencari tahu siapa yang dimainkan siapa yang tidak. Ini menganggu kemajuan tim," analisa Kalou seperti dikutip The Sun.

"Lebih banyak membangun sebuah tim secara bertahap daripada membawa para pemain yang cuma cemberut dan ngambek," sungut dia.

Nirgelar yang didapat The Blues berimbas pada didepaknya Carlo Ancelotti sebagai manajer. Guus Hiddink santer diberitakan bakal menjadi suksesornya.

Kalou meyakini Chelsea tak akan gagal lagi di musim depan. Striker internasional Pantai Gading itu bertekad membawa timnya berprestasi.

"Tim kami terbiasa memenangi sesuatu dan ketika kami berakhir dengan kekalahan, semuanya terasa sulit buat kami," lanjut dia.

"Ya, kami tak memenangi sesuatu tahun ini tapi musim-musim berikutnya tidak akan sama," harapnya.

Wednesday, June 22, 2011

Bojan Suka Potensi Transfer ke Roma

Barcelona - Agen Bojan Krkic mengipasi rumor transfer kliennya ke AS Roma. Pemain Barcelona itu diklaim akan menyukai jika benar-benar ditransfer ke Giallorossi.

Seiring dengan datangnya Luis Enrique, yang mantan pelatih tim B Barca, untuk menangani Roma musim depan, masa depan Bojan di klub Catalan itu ikut dispekulasikan.

Menurut Zoran Vekic yang merupakan agen Bojan, kepindahan ke Roma adalah sebuah opsi yang sangat diminati oleh pemain bersangkutan.

"Bojan butuh untuk bermain rutin dan sedang terjepit oleh sekian banyak pemain hebat di Barca," klaim Vekic kepada Eurosport yang dilansir Football Italia.

"Kami harus bicara dengan klub. Saya pikir takkan ada masalah antara Roma dan Barca dalam mencari kata sepakat. Ia suka transfer ini," lanjutnya.

Dengan situasi tersebut, Vekic pun optimistis Bojan akan menyeberang ke Roma pada musim panas ini sekalipun dengan status pemain pinjaman.

"Skenario yang paling mungkin adalah datang sebagai pinjaman dengan opsi pembelian di akhir musim," nilainya.

Sunday, June 19, 2011

Bahagia di Milan, Silva Tak Ingin Pindah

Milan - Thiago Silva membantah kabar yang menyatakan dirinya telah melakukan pembicaraan dengan Barcelona. Merasa bahagia dalam seragam Rossoneri, bek Brasil itu tak akan pergi dari San Siro.

"Yang sebenarnya terjadi adalah tak ada satupun yang kongkrit antara Barcelona dan saya," sangkal Silva dalam wawancaranya dengan Arena Sport dan dikutip dari Football Italia.

Silva kemarin sempat mengejutkan fans Milan saat dia menyebut sudah melakukan pembicaraan dengan Barcelona. Namun beberapa jam berselang muncul klarifikasi dari agennya yang menyebut kalau pernyataan bek asal Brasil itu telah disalahartikan oleh media.

Barca diakui Silva merupakan tim hebat yang kini tengah jadi buah bibir banyak orang menyusul sukses menjuarai Liga Champions. Namun karena masih merasa bahagia bersama Diavolo Rosso dan menganggap klubnya tak kalah jauh atas The Catalans, Silva memastikan dirinya tak akan hengkang.

"Saya sangat gembira bisa bermain di Milan. Jika saya tidak bahagia, maka saya tidak akan memperpanjang kontrak saya hingga 2016. Barcelona adalah tim yang sedang banyak diberitakan karena memainkan sepakbola dengan spektakuler dan merupakan juara Liga Champions."

"Tapi saya pikir Milan tidak tertinggal jauh dari Barca," demikian tuntasnya.

Thursday, June 16, 2011

'Leonardo Takkan Gegabah Soal Masa Depannya di Inter'

Milan - Leonardo tengah kencang diterpa isu jika dirinya akan pergi dari Inter Milan musim depan. Jika itu memang akhirnya benar terjadi, sebuah keputusan tepat sudah dibuat pelatih asal Brasil itu secara matang.

Kemarin Presiden Inter Massimo Moratti menyebut bahwa eks allenatore AC Milan itu memang tidak menginginkan untuk jadi pelatih di masa depan. Maka ia pun mempersilakan Leonardo untuk mengikuti keinginannya, yaitu jadi seorang direktur teknik.

Tapi tak lama kemudian Moratti langsung mengklarifikasi pernyataannya itu dan disebutnya Leonardo masih bisa bertahan sebagai pelatih Nerazzurri musim depan.

Kabar ini tentunya akan masih berseliweran hingga beberapa pekan depan. Tapi jika memang Leonardo pun nantinya tak jadi lagi pelatih, itu adalah keputusan yang tepat.

Penilaian itu keluar dari mulut mantan anak asuhnya di AC Milan, Luca Antonini, yang menganggap Leonardo akan sama bagusnya sebagai pelatih maupun direktur teknik. Karena pria 42 tahun itu bertalenta hebat.

"PSG adalah bagian dari masa lalunya dan tidak bersinar dalam beberapa tahun terakhir. Leonardo adalah orang tepat untuk membangkitkan klub ini," urai Antonini soal gosip Leonardo ke PSG.

"Leo butuh untuk menentukan apakah yang akan dia lakukan: apakah sebagai pelatih atau direktur? Saya yakin dia akan melakukan keduanya sama baik, jadi ini bukanlah pilihan yang mudah," sambungnya.

"Saya yakin Leonardo akan membuat keputusan yang rasional. Jika dia benar-benar pindah, maka dia telah memikirkannya dengan masak-masak," tuntasnya seperti dilansir Football Italia.