Berita Bola Terbaru

Wednesday, May 7, 2014

Ferdinand Belum Akan Pensiun

Manchester - Rio Ferdinand mengungkapkan keinginannya untuk terus bermain pada musim mendatang. Tapi, Ferdinand belum tahu apakah dia akan tetap berseragam Manchester United.

Karena faktor usia dan cedera, Ferdinand musim ini tak lagi bermain reguler bersama MU. Bek 35 tahun itu cuma tampil 21 kali di semua kompetisi.

Kontrak Ferdinand dengan MU akan habis pada akhir musim ini. Si pemain berharap dirinya akan mendapatkan kontrak baru. Tapi, kalau tidak, dia tak lantas akan gantung sepatu.

"Saya akan terus bermain," ucap Ferdinand di Soccerway.

"Apakah di sini (MU), saya tidak tahu. Tapi, saya berharap begitu," tambahnya.

Ferdinand dimainkan ketika Ryan Giggs menjalani debutnya sebagai manajer interim MU, Sabtu (26/4/2014) lalu. Dia ikut membantu 'Setan Merah' mengalahkan Norwich City 4-0.

Meski menang, MU telah dipastikan gagal lolos ke Liga Champions musim depan. Mereka saat ini menghuni peringkat ketujuh di klasemen sementara Liga Primer Inggris.

"Saya sudah lama tidak melihat klasemen karena itu memalukan. Saya tidak ingin melihat di mana kami berada," ujar Ferdinand.

"Itu karena kami sebagai para pemain dan kami bertanggung jawab atas hal tersebut. Kami bukan orang-orang yang lari dari tanggung jawab," katanya.

Sunday, May 4, 2014

Napoli Tunggu Kabar Cedera Higuain

Milan - Hasil imbang yang didapat oleh Napoli saat bertanding melawan Inter Milan di lanjutan Liga Italia harus dibayar mahal. Partenopei kehilangan Gonzalo Higuain karena mengalami cedera.

Laga yang berlangsung di Giuseppe Meazza, Minggu (27/4/2014) dinihari WIB, berakhir dengan skor kaca mata alias tanpa gol.

Inter dan Napoli sama-sama tak bisa memanfaatkan peluang yang didapat. Soccernet mencatat kedua tim sama-sama melepaskan 14 attempts.

Tapi, Napoli cuma ada satu yang tepat sasaran. Sementara itu, Inter ada enam yang menemui bidang.

Dalam laga itu, Higuain harus ditandu keluar lapangan pada menit 87. Tekel yang dilakukan Marco Andreolli menjadi penyebabnya.

Higuain mendapatkan peluang di muka gawang yang dikawal Samir Handanovic. Striker asal Argentiana itu lantas beradu kaki dengan Andreolli saat melakukan sentuhan terakhir dengan bola.

Higuain langsung tergeletak di lapangan, tak lama kemudian petugas paramedis menandunya keluar lapangan.

Soal kondisi Higuain, Benitez masih belum bisa memberikan penjelasan yang pasti. Dia masih menunggu hasil pemeriksaan beberapa hari ke depan.

"Higuain mengalami trauma pada engkelnya, ada memar dan kami harus melihat dalam beberapa hari lagi," kata Benitez di Soccernet.

"Kami masih belum tahu situasinya seperti apa," imbuh pelatih asal Spanyol itu.

Kondisi cedera Higuain itu langsung membuat rekan setimnya khawatir. Hal itu seperti diungkapkan oleh Gokhan Inler.

"Kami semua khawatir dengan kondisinya, dan berharap tak ada yang serius. Higuain sangat penting buat kami," ungkap Inler.

Thursday, May 1, 2014

Tiket Timnas U-19 vs Myanmar Dijual Rp 50 Ribu-Rp 1 Juta

Jakarta - Badan Tim Nasional (BTN) telah mengumumkan harga tiket pertandingan ujicoba antara tim nasional Indonesia U-19 dan Myanmar U-19. Harga tiket paling murah adalah Rp 50 ribu, sementara yang paling mahal Rp 1 juta.

Timnas U-19 akan melakoni laga ujicoba melawan Myanmar pada Senin (5/5/2014) mendatang di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta. Laga ujicoba tersebut adalah salah satu persiapan tim 'Garuda Muda' sebelum menghadapi Piala Asia U-19 2014 pada 9-23 Oktober mendatang.

Timnas U-19 saat ini telah berlatih kembali di Lapangan Sekolah Pelita Harapan (SPH), Karawaci, Tangerang. Latihan perdana itu digelar setelah Evan Dimas dkk. menjalani libur selama satu pekan usai tur di Timur Tengah.

Berikut harga tiket laga timnas Indonesia U-19 melawan Myanmar U-19, yang digelar di SUGBK, 5 Mei 2014, dengan jam kick-off 19.00 WIB.

VVIP Rp 1.000.000
VIP Barat Rp 500.000
VIP Timur Rp 250.000
Kategori I (kanan kiri VIP Barat/Timur) Rp 200.000
Kategori II (Belakang Gawang) Rp 100.000
Kategori III (Tribune Atas) Rp 50.000

Monday, April 28, 2014

Sepenggal Mimpi Moyes yang Getir

"Biarkanlah mimpi indah itu tetap menjadi mimpi. Jangan menjadi kenyataan," meminjam pernyataan Zlatan Ibrahimovic ketika impiannya bermain untuk Barcelona terpenuhi dan kemudian berakhir suram.

"Ia indah karena ia mimpi. Ketika ia menjadi kenyataan, mewujud dalam kehidupan, ada kemungkinan getir di dalamnya," ujar Zlatan memberi penjelasan.

Entah David Moyes mendengarkan atau tidak potongan wawancara yang disiarkan oleh Radio BBC Five Live, salah satu stasiun radio paling populer di Inggris itu. Moyes yang selalu menyebut menjadi manajer Manchester United sebagai dream job (pekerjaan impian para manajer di Inggris) saat itu sudah sekitar empat bulan di posisinya dan mulai memasuki masa-masa sulit.

Man United mulai menunai kekalahan dari klub-klub yang sebelumnya merupakan ladang panen nilai di bawah Sir Alex Ferguson. Permainan Man United dianggap membosankan, mudah ditebak dan takut berpetualang.

Orang menilai, di tangan Ferguson pemain medioker seperti menjadi pemain kelas dunia, sementara di tangan Moyes pemain kelas dunia malah menjadi pemain medioker. Orang mulai menyebut Moyes miskin ide, gegar budaya berada di klub besar, dan gugup di bawah tekanan.

Orang mulai menduga menjadi manajer Man United satu tingkat (atau beberapa tingkat malah) terlalu tinggi untuk Moyes. Seperti nahkoda kapal kapasitas 9 ton harus memegang tanker, kata rekan baik saya yang menjadi penggemar Jose Mourinho mengibaratkan.

Anda tahu, menjadi manajer Man United sesungguhnya bukanlah sekadar menjadi nahkoda kapal bernama Man United semata. Man United adalah kapal induk dari armada bernama Liga Primer. Atau kalau mau menggunakan analogi bangunan, maka Man United adalah pasak dari gedung raksasa Liga Primer.

Mengapa demikian?

Simak mundurlah bagaimana sebenarnya narasi cerita Liga Primer adalah tentang kebangkitan Man United untuk mendominasi persepakbolaan Inggris. (Pada awalnya) tentu saja bukan berdasar rancangan, tetapi sebuah proses kebetulan.

Liga Primer membutuhkan "sesuatu" yang bisa menangkap imajinasi khalayak dan layak jual. Di sinilah peran Alex Ferguson menjadi sentral. Upayanya yang pelan tapi pasti dengan didorong oleh ambisi, tenaga dan pikiran yang nyaris tak kenal surut untuk membangun sebuah imperium menjadi cerita yang menawan. Pergulatan dalam proporsi yang epik.

Keberuntungan menghampiri mereka yang mempunyai tekad dan berani mengambil risiko, demikian kata orang. Ferguson tergolong kelompok ini. Seorang control freak (gila kontrol) yang mendedikasikan hidupnya untuk membangunkan raksasa (Man United) yang tidur terlalu nyenyak.

Ia beruntung menemukan sekelompok remaja di tahun 1992 yang perjalanan hidup mereka menjadi imajinasi romantis penggemar bola: dari sebuah keantahberantahan menjadi ketermasyhuran, sekelompok supporter bola yang berhasil mewujudkan khayalan untuk menjadi pemain ternama dan sukses di klub yang mereka dukung.

Layaknya sebuah film kemudian muncullah tokoh utama, figuran, antagonis, protagonist, cerita sampingan dan lainnya, semua bersinergi untuk menghadirkan sebuah produk yang bisa dijual. Liga Primer mengeksploitir Alex Ferguson dan Man United ini habis-habisan. Liga Primer menemukan partner suka rela (a willing partner) untuk membangun sebuah produk yang layak jual.

Liga Primer karenanya berkepentingan agar cerita tentang Ferguson dan Man United berlangsung selama mungkin, formulasi produk yang terbukti sukses untuk dijual. Sampai-sampai sekian tahun silam Sky B yang menjadi pendukung dana Liga Primer sempat berkeinginan membeli Man United walau gagal karena ditentang habis-habisan pendukung Man United sendiri.

Ada yang membenci situasi ini, ada yang larut, ada yang mengintai kesempatan untuk mengubah keadaan, ada yang cukup senang untuk berbagi kue kemakmuran dan lain sebagainya. Tetapi semuanya hanya menambah narasi yang semakin menarik untuk dibungkus dan dijual oleh Liga Primer. Cerita sentralnya tetap Alex Ferguson dan Man United. Hanya kalau di awal narasi adalah upaya Ferguson mebangunkan Man United maka kelanjutannya adalah bagaimana ia mempertahankan dominasi di Liga Primer.

Orang sering menuduh Ferguson atau Man United diuntungkan oleh oleh wasit, FA, manajemen Liga Primer atau bahkan klub-klub lain yang sudah sepertinya sudah kalah sebelum bertanding bila bertemu Man United demi menjaga narasi Liga Primer yang menguntungkan.

Saya bisa mengerti munculnya tuduhan itu tetapi regulasi bisnis yang sangat ketat di Inggris sangat meyakinkan saya bahwa bukan itu yang terjadi. Kalaupun itu terjadi, maka kepada siapa kesalahan harus dialamatkan. Dalam dunia meritokrasi, privilese itu diraih bukan diberikan/warisan dan cair sifatnya. Artinya mereka di luar Ferguson dan Man United lah yang tidak mampu dan bukan sebaliknya. Jangan menyalahkan Ferguson dan Man Unitednya.

Sebagai ilustrasi saja, ada kewajiban bahwa seusai pertandingan setiap manajer harus meluangkan waktu untuk diwawancarai BBC. Ferguson pernah bertahun-tahun menolak melakukannya karena beberapa alasan. Tetapi ia nyaris tak mendapat hukuman.

Ia juga terkenal sering menolak menjawab pertanyaan wartawan yang ia tidak suka dalam konferensi pers. Bahkan konon juga melarang mereka untuk masuk ke ruang konferensi pers.

Mengapa wartawan menjadi begitu lemah berhadapan dengan dirinya? Salah Ferguson atau salah wartawannya?

Karenanya ketika Ferguson mundur, yang "goyah" bukan hanya Man United tetapi Liga Primer secara keseluruhan. Harus ada narasi baru untuk ditulis dan dijual. Apakah itu tetap terkait dengan Man United atau ada klub lain yang bisa mengambil alih?

Itu sebab pengganti Ferguson menjadi sangat penting bukan hanya untuk Man United tetapi juga Liga Primer. Itu sebab pengganti Ferguson memanggul beban yang sangat berat. Ia bukan hanya dipantau oleh Man United tetapi juga Liga Primer maupun klub-klub lain yang ingin menggantikan posisi privilese Man United selama dipegang Ferguson.

Berbicara atau berkomentar sesudah peristiwa terjadi tentu saja lebih mudah. Namun besarnya tugas yang harus dipanggul oleh Moyes sebenarnya sudah terisyaratkan ketika Ferguson dalam sebuah liburan ke Amerika Serikat meluangkan waktu untuk diwawancarai sebuah stasiun televisi di sana.

"Kalaulah bukan seorang gagah berani, ia pastilah seorang penjudi kelas berat," ujar sang pewancara kepada Sir Alex Ferguson mengenai David Moyes yang menggantikannya.

Wawancara dilakukan sekitar dua bulan setelah Ferguson mengundurkan diri. Dan dunia sepakbola masih meraba-raba dan belum benar-benar bisa menilai akan kemungkinan sukses tidaknya Moyes di Man United.

"Akan lebih mudah menggantikan orang yang mengganti Alex Ferguson ketimbang menggantikan Alex Ferguson," lanjut si pewancara seolah menebar ramalan apa yang akan terjadi di akhir cerita petualangan Moyes itu.

Ferguson yang tampak lebih riang dan segar wajahnya setelah mundur dari 26 tahun menjadi orang nomor satu di klub itu tersenyum membenarkan. Lalu ia menjawab, "Gagah berani saya setuju. Penjudi berat....? Saya kira orang pada titik tertentu dalam hidupnya harus berani mengambil langkah dengan menimbang risiko kalau ingin menemukan jati dirinya."

Kini kita semua sudah tahu akhir cerita dari "petualangan" Moyes di Man United. Mimpi indah untuk memegang salah satu klub terbesar di Inggris itu berakhir "bencana" bagi Moyes. Ia gagal. Reputasinya tercoreng. Dan proses untuk menemukan jati diri yang sesungguhnya sedang berjalan. Bukan ketika ia mulai memegang Man United tetapi justru sesudahnya. Good luck.

Friday, April 25, 2014

Kapten Timnas U-19: Indonesia Pasti Bisa

Jakarta - Indonesia akan bertarung di Piala Asia U-19 2014 bulan Oktober mendatang. Tak menakar-nakar kekuatan tim-tim pesaing di fase grup, Kapten evan Dimas yakin mereka bisa tampil terbaik.

Indonesia tergabung di Grup B bersama Uzbekistan, Australia dan Uni Emirat Arab di Piala Asia yang bakal digelar di Myanmar, 9-23 Oktober. Dari 16 kontestan, empat yang melangkah ke semifinal otomatis akan tampil di putaran final Piala Dunia U-20 di Selandia Baru pada 2015.

"Kalau saya menilai, semua negara yang lolos ke Piala Asia itu semua kuat. Meskipun kita pernah melawan mereka UEA, tapi itu bukan jaminan kita bisa melakukannya lagi dengan mudah. Pasti mereka membuat perbaikan-perbaikan di timnya," ujar Evan saat dihubungi, Jumat (25/4).

Belum lama ini pasukan "Garuda Muda" berujicoba melawan UEA saat melakoni tur Timur Tengah. Hasilnya, tim besutan Indra Sjafri menang 4-1 dan 2-1.

Evan menyadari di Grup B Uzbekistan lebih diunggulkan. Namun, pemain asal Surabaya itu tetap yakin Indonesia bisa mencapai hasil maksimal dengan dukungan masyarakat.

"Banyak yang bilang Uzbekistan sebagai unggulan, dan Australia berat. Tapi saya yakin Indonesia bisa. Karena tugas kita, siapapun lawannya harus siap untuk dihadapi," tegasnya.

Di babak kualifikasi, Indonesia (G) dan UEA adalah juara grup masing-masing, sedangkan Uzbekistan (A) dan Australia (F) berstatus runner-up grup.

Wednesday, March 19, 2014

Moyes Pede MU Bisa Juara

Penampilan Manchester United saat menyingkirkan Olympiakos menimbulkan keyakinan pada manajernya, David Moyes. Moyes mengaku tak ragu bahwa MU bisa keluar sebagai juara Liga Champions.

The Red Devils mampu membalikkan defisit dua gol di leg I dengan kemenangan 3-0 atas Olympiakos di laga leg II babak 16 Besar dinihari tadi. Dengan keunggulan agregat 3-2, MU berhak melaju ke perempatfinal.

Di babak selanjutnya, MU akan ditunggu tim-tim tangguh seperti Atletico Madrid, Bayern Munich, Barcelona, Borussia Dortmund, Chelsea, Paris St. Germain ataupun Real Madrid.

Moyes sadar kalau timnya bukanlah tim unggulan. Mengingat performa yang kurang inkonsisten di musim ini namun ia optimistis MU bisa bersaing dengan tim manapun jika bermain memenuhi potensinya.

"Kami mungkin memasuki babak perempatfinal sebagai tim underdog tapi saya kira tak ada alasan kenapa kami tidak bisa juara," sahut manajer MU ini yakin seperti dikutip dari situs resmi klub.

"Klub sepakbola ini bisa melakukannya. Jika kami bermain dengan kemampuan kami, yang mana kami tidak melakukannya terlalu sering di musim ini, saya kira kami bisa bersaing dengan tim manapun."

"Klub ini punya sejarah di kompetisi ini. Mereka tahu apa yang harus dilakukan di tahap ini. Kami tidak terkejut berada di perempatfinal -- ini sesuatu yang kami lakukan secara rutin. Kami akan mencoba lolos ke semifinal sekarang."

Thursday, March 13, 2014

Jumpa Fiorentina Lagi, Juve Berbekal Kemenangan di Liga

Setelah bersua di Serie A, Juve akan kembali bertemu Fiorentina di Liga Europa. Kemenangan di liga menjadi bekal positif Juve untuk kembali meredam La Viola.

Di Serie A giornata 27 lalu, Juve memetik kemenangan tipis 1-0 atas Fiorentina. Gol tunggal kemenangan Juve dilesakkan oleh Kwadwo Asamoah.

Babak 16 besar Liga Europa kembali mempertemukan Juve dan Fiorentina. Laga leg pertama akan digelar di Juventus Stadium, Kamis (13/3/2014) atau Jumat (14/3/2014) dinihari WIB.

Kemenangan di liga disebut Asamoah menjadi bekal bagus bagi Juve untuk kembali menghadapi Fiorentina di Liga Europa. Mereka telah mengambil pelajaran dari laga akhir pekan lalu.

"Aku pikir kemenangan itu berguna untuk memahami banyak hal jelang menghadapi tantangan dari Fiorentina di Eropa," ujar Asamoah seperti dikutip Football Italia.

"Kami menganalisis kesalahan kami lewat rekaman video untuk memahami bagaimana kami harus mendekati pertandingan di hari Kamis," lanjut gelandang asal Ghana itu.

"Setiap pertandingan punya ceritanya sendiri dan banyak bergantung pada bagaimana kami bersikap di lapangan. Itulah mengapa kami selalu bekerja untuk meningkatkan diri," lugasnya.

Barca & Madrid Cari Modal Positif Jelang El Clasico

Duel El Clasico jilid kedua musim ini sekitar sepekan lagi . Namun, sebelum itu Barcelona dan Real Madrid lebih dulu akan mencari modal positif pada akhir pekan ini.

Di jornada 28, Madrid akan menyambangi La Rosaleda untuk menantang Malaga pada Minggu (16/3) dinihari WIB. Tiga angka wajib dikantongi Los Blancos demi menjaga jaraknya dengan rival terdekat Atletico Madrid dan juga Barca.

Madrid unggul statistik dari Malaga dengan tiga kemenangan dan satu seri dalam lima duel terakhirnya. Akan tetapi, fokus mesti tetap dijaga lantaran dalam lawatan terakhirnya ke Malaga, Cristiano Ronaldo dkk. nyatanya ditekuk 2-3.

Apalagi, Madrid masih harus membagi konsentrasinya ke laga leg II babak 16 Besar Liga Champions melawan Schalke di Santiago Bernabeu, tengah pekan depan. Kendatipun, pasukan Carlo Ancelotti niscaya lolos setelah menang 6-1 di Gelsenkirchen.

Barca sedikit lebih diuntungkan dengan "bebas" dari Liga Champions. Menyusul kemenangan atas Manchester City 2-1 (agregat 4-1) di Camp Nou pada dinihari tadi untuk membawa Lionel Messi dkk. ke perempatfinal.

Berjarak tiga dari dari sekarang, The Catalans akan menjamu Osasuna. Target Barca tak sekadar menjaga kansnya dalam perburuan namun sekaligus untuk mengembalikan tren positifnya di liga.

Barca sudah menelan dua kekalahan dalam lima pertandingan terakhirnya di mana pada laga sebelumnya mereka tampil mengecewakan sehingga kalah 0-1 oleh tim papan bawah Real Valladolid.

Melawan Osasuna, haram bagi Barca terpeleset lagi. Dengan asumsi Madrid berpotensi menang melawan Malaga, Blaugrana tentu tidak ingin tertinggal lebih jauh lagi jika tidak ingin peluangnya dalam mempertahankan gelar juara, menguap.

Sementara itu, Atletico Madrid akan kedatangan Espanyol di Vicente Calderon. Los Colchoneros akan terus mencoba meraih angka penuh agar terhindar dari kejaran Barca, yang hanya satu angka di belakang mereka.

Kemenangan 2-0 di Celta Vigo di jornada 27 plus hasil gemilang usai menggilas AC Milan 4-1 di Liga Champions tadi malam akan mendongkrak motivasi tim besutan Diego Simeone ini. Terlebih Espanyol terbukti bukan lawan yang mudah untuk Atletico.

Walaupun memenangi tiga dari lima duel terakhirnya, Espanyol sukses mengalahkan Atletico 1-0 di Cornella El-Prat, Oktober silam.

Saturday, November 30, 2013

Pep Tak Akan Pernah Boyong Messi ke Bayern

 
Munich - Presiden kehormatan Bayern Munich, Franz Beckenbauer, mengimpikan Lionel Messi bisa satu klub dengan Franck Ribery. Tapi Pep Guardiola tak akan mewujudkan "Sang Kaisar" karena merasa Messi lebih baik di Barcelona.

"Messi dan (Franck) Ribery berada satu tim? Itu akan jadi pertunjukkan yang spesial," ucap Beckenbauer beberapa hari lalu.

Ucapan itu kemudian mulai memunculkan rumor bahwa masa depan Messi di Barcelona sedang tak menentu. Apalagi Adidas selaku sponsor pribadi Messi berniat memindahkan si pemain ke tim yang menggunakan aparel yang sama.

Tapi hal itu kemudian dibantah oleh Messi yang menegaskan keinginannya untuk tetap berada di Barcelona hingga pensiun.

Setali tiga uang dengan Messi, Pep yang pernah menangani Messi selama empat tahun di Barca, juga tak berkeinginan memboyong eks anak asuhnya tersebut. Sebab menurut Pep, Blaugrana adalah klub paling cocok untuk pemain asal Argentina itu.

"Apakah aku akan membeli Messi? Tidak, tidak! Barcelona adalah tempat terbaik untuk Messi," tegas Pep seperti dikutip Soccernet.

Monday, November 25, 2013

Martino Tak Pusingkan Badai Cedera di Barca


Barcelona - Barcelona sedang dihantam badai cedera yang tak henti mendera pemainnya. Tapi Gerardo Martino enggan mempersoalkannya karena ia percaya dengan kualitas timnya saat ini.

Lionel Messi, Victor Valdes, Dani Alves, Christian Tello, Jordi Alba, Xavi Hernandez, Jonathan Dos Santos, Isaac Cuenca, dan Ibrahim Afellay, adalah para pemain yang sedang berada di ruang perawatan.

Sebenarnya Gerard Pique dan Cesc Fabregas pun baru saja mengalami masalah serupa tapi keduanya disebut sudah bisa dimainkan di laga melawan Granada di Camp Nou malan nanti.

Tapi tetap saja kehilangan sembilan pemain termasuk sang megabintang Messi merupakan kerugian besar bagi Barca, mengingat mereka saat ini masih berada di puncak klasemen dan relatif belum aman dari kejaran Atletico Madrid serta Real madrid.

Terkait badai cedera yang sedang menimpa timnya, Martino enggan mengeluhkan karena ia percaya dengan kualitas pemain yang ada dapat menjaga konsistensi penampilan tim.

"Absennya pemain memang sangat tidak menguntungkan dan kami kehilangan kiper terbaik dunia," ujar Martino seperti dilansir Soccernet.

"Tapi setiap Pinto dimainkan, dia akan selalu bermain baik dan tim menang. Bagaimanapun kami tidak boleh terlalu fokus pada pemain yang absen. Mereka yang absen memang pemain yang sangat bagus, tapi begitu pun yang menggantikan. Kami harus memilih pemain terbaik yang ada dan bermain untuk menang. Kami harus lebih baik lagi," lanjut pelatih asal Argentina itu.