Showing posts with label piala aff. Show all posts
Showing posts with label piala aff. Show all posts

Friday, December 24, 2010

Riedl yang Mirip-mirip Lippi

Jakarta - Kalau Anda menilai penampilan timnas Indonesia saat ini sangat jauh lebih baik, maka berterimakasihlah kepada Alfred Riedl. Untuk beberapa hal, Riedl ternyata punya kesamaan dengan Marcello Lippi. Soal apa?

Riedl bukanlah sosok pelatih yang suka sesumbar. Setiap ditanya bagaimana peluang Indonesia menjuarai Piala AFF tahun ini, ia selalu menjawab bahwa peluang 'Merah-Putih' sama dengan para pesaing lainnya. Terakhir, ia menyebut peluang Indonesia dan Malaysia di final sama kuat, yakni 50:50.

Riedl juga bukan pelatih yang arogan. Ia memang kerap meneriaki anak-anak asuhnya dari pinggir lapangan, tapi tengok kala Indonesia mencetak gol. Pria asal Austria itu memang kerap mengepalkan tangan, tanda kepuasan. Tapi selebihnya, ekspresinya dingin.

Ia juga terkenal tegas dan tak mau ambil kompromi. Namun, ia tahu bagaimana melindungi pemainnya. Ingat ketika dia mulai terganggu media massa yang meliput latihan timnya, ia langsung mengarantina pemain-pemainnya.

Dari sisi taktik, Riedl menanamkan kebiasaan kepada pemainnya untuk melakukan satu-dua sentuhan kala menguasai bola. DetikSport menyaksikan sendiri dalam latihan timnas bahwa melakukan tiga sentuhan terhadap bola adalah sebuah "pelanggaran". Hasilnya? Di lapangan Firman Utina dkk. dengan lancar mengalirkan bola dari kaki ke kaki.

Hal tersebut diakui oleh pelatih Filipina, Simon McMenemy, usai timnya ditalukkan 0-1 di leg I semifinal 16 Desember silam. "Mereka mampu mengalirkan bola lebih baik dari kami," ucapnya.

Dalam urusan latihan itulah Riedl juga punya kebiasaan lain. Pelatih berusia 61 tahun itu selalu masuk lapangan lebih dulu dibandingkan para pemainnya, berputar mengelilingi lapangan, hanya untuk memastikan kondisi lapangan yang bakal dijejaki oleh anak-anak asuhnya berada dalam kondisi yang baik.

Tak hanya itu, ia juga kerap menaruh pancang-pancang yang digunakan untuk berlatih dengan tangannya sendiri. Bisa jadi, ini adalah salah satu usahanya menerapkan setiap detil latihan kepada skuadnya.

Nah, rupanya bukan cuma Riedl seorang yang punya kebiasaan demikian terhadap timnya. Lippi, eks pelatih timnas Italia, rupanya punya ritual yang sama sebelum memberikan latihan kepada skuadnya.

Kala detikSport menyaksikan bagaimana dia melatih Gli Azzurri di Piala Dunia 2010 silam, Lippi selalu masuk ke lapangan lebih dulu untuk memeriksa kondisi lapangan dan tak jarang juga menaruh pancang-pancang untuk berlatih dengan tangannya sendiri.

Namun, kalau Lippi, sebagaimana alamiahnya orang Italia, punya filosofi sepakbola bertahan yang kental, tidak demikian halnya dengan Riedl. Ia paling anti dengan bermain bertahan.

"Sepakbola kami bukanlah sepakbola defensif. Pilihannya adalah entah itu bermain terbuka atau bermain menyerang," tukasnya.

Pemerintah-Swasta Janjikan Bonus Besar Buat Malaysia

Kuala Lumpur - Bukan hanya timnas Indonesia saja yang dijanjikan bonus besar jika bisa menjuarai Piala AFF. Timnas Malaysia pun juga siap diguyur pundi-pundi uang jika mereka bisa menaklukkan Indonesia di final.

Dilaporkan media setempat, beberapa pihak dilaporkan telah menjanjikan hadiah buat Malaysia jika mereka bisa mengalahkan Indonesia dan menjuarai turnamen antarnegara ASEAN tersebut.

Dikutip dari The Star, Kementerian Pemuda dan Olahraga Malaysia telah mengalokasikan bonus 5.000 ringgit (sekitar Rp 14,37 juta) untuk tiap pemain. Sementara gabungan enam perusahaan siap memberikan bonus total 88.200 ringgit (sekitar Rp 253,52 juta) untuk Mohd Safiq Rahim dkk, sehingga masing-masing pemain akan menerima tambahan sekitar 4.000 ringgit (sekitar Rp 11,49 juta).

Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia, Datuk Seri Ahmad Shabery Cheek, berharap akan lebih banyak lagi perusahaan yang memberikan dukungannya untuk tim sepakbola negeri tersebut.

"Saya berharap lebih banyak lagi yang datang dan mendukung untuk memacu kesuksesan tim, dan tidak hanya memasrahkannya kepada pemerintah atau Federasi Sepakbola Malaysia," harapnya.

Timnas Indonesia sudah menerima hadiah uang sebesar Rp 2,5 miliar dari Keluarga Bakrie, yang disampaikan lewat PSSI. Firman Utina cs juga dijanjikan Rp 3 miliar lagi jika menjadi juara.

Itu baru dari (donatur) PSSI. Pemerintah melalui Menpora Andi Mallarangeng dua hari lalu mengatakan, pasti ada bonus untuk timnas jika sukses meraih piala. Namun, besarnya belum disebutkan dan masih menunggu sampai akhir final 29 Desember mendatang